News

Forum Investasi Menggugah Kepercayaan Diri?

Ketika ditanya wartawan apa kiat untuk menarik investor, C.K Prahalad, saat menjadi pembicara dalam forum investasi baru-baru ini di Jakarta, mengatakan: percaya diri! Kepercayaan diri bahwa kita dapat menarik investor, kemudian memperbaiki diri. Seperti India & China, sepuluh tahun yang lalu mereka tidak masuk dalam radar investasi dunia. Sekarang mereka adalah tujuan investasi dunia. India & China merupakan contoh nyata bagi mereka yang memiliki kepercayaan diri kemudian memperbaiki diri.

Sejumlah pejabat daerah mengeluhkan minimnya investor menanamkan modal didaerahnya meski memiliki potensi yang cukup baik. Disinyalir, kebanyakan birokrat kurang memiliki jiwa wirausaha sehingga potensi tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik. Potensi tersebut belum dikemas sebagai produk investasi yang menarik investor.

Pada forum yang sama, Menkeu Sri Mulyani menegaskan peraturan pemerintah tentang maksimum defisit anggaran daerah maksimal 5% dari total pendapatan daerah (Kompas, 3 Nov 2006). Kebijakan ini menuntut pemerintah daerah agar lebih seksama dan hati-hati dalam membuat & mengelola anggaran belanja tahunannya. Pertanyaannya kemudian mengapa potensi daerah yang baik tersebut kurang menarik bagi investor? Mengapa pemerintah me-release peraturan tersebut? Apa relevansi keduanya?

 

Mari kita coba analisis dengan perspektif BSC.

 

Investor, salah satu the reason for being bagi pemerintah (daerah) . Jika pemerintah daerah memahami benar siapa saja customer yang harus dipenuhi kebutuhannya, investor pasti masuk dalam top list! Cari tahu apa saja kebutuhannya, dan penuhi! Syukur kalau bisa melampaui harapan mereka. Tentu kemudian mereka ”diajak” untuk berpikir, bagaimana memenuhi kebutuhan dan harapan investor? Berbenah diri dengan memperbaiki administrasi & proses birokrasi, mengidentifikasi potensi unggulan dan mengemasnya dalam produk investasi yang menarik merupakan contoh pendekatan yang dapat diambil. Intinya mereka harus fokus pada aspek strategis dalam peningkatan produktivitas proses internal birokrasi. Lantas bagaimana dengan SDM, budaya, dan organisasi birokrasi itu sendiri? Sudah tentu, intangible asset tersebut harus betul-betul disadari sebagai key strategic levers yang memicu produktivitas administrasi & proses birokrasi dan memenuhi harapan investor. Logika berpikir yang komprehensif dan koheren ini hanya merupakan awal terciptanya mental creation bagi penentuan inisiatif-inisiatif strategis untuk meyakinkan investor beserta sasaran & targetnya.

 

Anggaran direncanakan tepat sasaran & fokus . Tanpa anggaran, mental creation tidak berarti apa-apa. Mental creation harus diwujudkan menjadi kenyataan & implementable - physical creation . Sering dijumpai, mental creation tersebut disimpan rapi dalam rak buku rencana kerja tahunan. Meski peraturan pemerintah mengenai pembatasan defisit anggaran berlaku, belum tentu mencapai sasaran pembangunan yang diharapkan. Defisit maksimal dapat tercapai dengan penetapan anggaran yang efektif. Anggaran ditetapkan untuk setiap inisiatif strategis yang dipilih berdasar efektifitasnya. Jangan terlalu banyak, cukup fokus pada 10-15 inisiatif kunci saja. Anggaran yang ditetapkan, bisa saja dalam ambang pemerintah namun bisa saja lebih. Jika inisiatif kunci tersebut diyakini mampu menjadi strategic key driver bagi tercapainya sasaran strategis pemerintah, kenapa tidak? Sehingga peraturan Menkeu tersebut bisa dilaksanakan tanpa terbebani karena anggaran telah disusun melalui mekanisme yang komprehensif & fokus pada prioritas utama.

Pemahaman yang komprehensif tentang the reason for being , penentuan inisiatif strategis yang critical , dan penyusunan anggaran yang sistematis & linked dengan strategi diharapkan mendongkrak kepercayaan diri pemerintah (daerah) untuk menarik investor. Jika hal ini dilaksanakan, usulan Prahalad agar kita percaya diri bisa terwujud.

ertanyaannya kemudian, apakah kita mau berbenah diri? Jangan-jangan, kita tidak membutuhkan modal para investor itu, tapi yang lain. Bagaimana dengan investasi PD? Percaya Diri! Perbaikan Diri! ?????

(Indra Budiwibowo, 061106)

 

 

News

Balanced Scorecard

Deep Structure, Deep Impact

Sejak kemunculannya pada tahun 1992…

Strategy Focused Business Planning

Focused Budgeting on Strategy

Penyusunan anggaran tradisional tidak lagi relevan…

Beyond Budgeting

Why we still do Budgeting?

Budgeting memiliki sisi positif yaitu pada komitmen dan …

2006 PT SMF Indonesia - Sampoerna Strategic Square Tower B 17 th Floor Jl. Jend Sudirman Kav. 45-46 Ph. +6221 2514349 Fax. +6221 2510863